Minggu, 15 Oktober 2017

Pengantar Bisnis
Kelas Manajemen E

Soal Berikut bersumber dari buku Introduction to Business, Fourth Edition, karangan Jeff Madura, pada halaman 184.
Terjemahkankasus berikut lalu jawablah beberapa pertanyaandibawahnya dengan penjelasan secara komprehensif. Kerjakan di rumah, lalu kumpulkanhardcopy-nya di kelas sesuai jadwal UTS, sedangkansoftcopy (fail) dalam bentuk Microsoft word document (docx) diunggah pada halaman Edmodo.Hardcopy tidak perlu dijilid.
Case Study
Paul Bazzano and Mary Ann Boone are lifelong friends and have decided to go into business. They are not surewhat form of business ownership and control to use.Paul would like to invest his savings of $25,000, but hedoes not want to take an active role in managing theday-to-day operations of the business. Mary Ann is aself-starter, enjoys cooking and baking, and has a vastnumber of pizza recipes. An existing pizza business is forsale for $50,000. Paul and Mary Ann both like the ideaof investing in a business. Mary Ann has $5,000 she would like to contribute and believes that buying an existingbusiness has certain advantages. She likes the ideathat Paul will not be an active owner and that she willhave full control of the pizza operation.
The existing business has sales of $150,000 and generatesearnings after taxes of $32,500. Mary Ann believesthe business can be expanded and foresees future growth by expanding into different locations throughout the Boston area. She projects two more stores in the next five years.

Questions
1.     What form of business ownership would you recommend for this business?
2.     Would Mary Ann’s form of ownership be any different from Paul’s?
3.     How could Paul and Mary Ann determine the return on their investment after their first year of business? Assume that Paul and Mary Ann can borrow the remaining $20,000 needed to finance the purchase when answering this question.
4.     Describe the risk of this business.
UJIAN TENGAH SEMESTER
MATA KULIAH: PENGANTAR BISNIS KELAS E

NAMA
: Ahmad Kamaluddin
NIM
: 170211100200
Alamat email
: ahmadakukamal@gmail.com
Nomor HP
: 085330737901
JAWABAN
Terjemahan Studi Kasus:

Studi kasus

            Paul Bazzano dan Mary Ann Boone adalah teman seumur hidup dan telah memutuskan untuk terjun ke bisnis. Mereka tidak yakin apa bentuk kepemilikan dan kontrol bisnis yang akan digunakan. Paul ingin menginvestasikan tabungannya sebesar $ 25.000, tapi dia tidak ingin berperan aktif dalam mengelola operasi bisnis sehari-hari. Mary Ann adalah starter mandiri, menikmati memasak dan memanggang, dan memiliki sejumlah besar resep pizza. Bisnis pizza yang ada dijual seharga $ 50.000. Paul dan Mary Ann sama-sama menyukai gagasan berinvestasi dalam bisnis. Mary Ann memiliki $ 5.000 dia ingin berkontribusi dan percaya bahwa membeli bisnis yang ada memiliki keuntungan tertentu. Dia menyukai gagasan bahwa Paul tidak akan menjadi pemilik aktif dan dia akan mengendalikan operasi pizza dengan penuh.

            Bisnis yang ada memiliki penjualan sebesar $ 150.000 dan menghasilkan laba setelah pajak sebesar $ 32.500. Mary Ann percaya bahwa bisnis dapat diperluas dan meramalkan pertumbuhan di masa depan dengan memperluas ke lokasi yang berbeda di seluruh wilayah Boston. Dia memproyeksikan dua toko lagi dalam lima tahun ke depan.


Pertanyaan

1. Apa bentuk kepemilikan bisnis yang akan Anda rekomendasikan untuk bisnis ini?

2. Apakah bentuk kepemilikan Mary Ann berbeda dari keinginan Paulus?

3. Bagaimana Paul dan Mary Ann menentukan pengembalian investasi mereka setelah tahun pertama bisnis mereka? Asumsikan bahwa Paul dan Mary Ann dapat meminjam sisa $ 20.000 yang dibutuhkan untuk membiayai pembelian saat menjawab pertanyaan ini.

4. Jelaskan resiko bisnis ini.




JawabanPertanyaan Studi Kasus
1.            Rekomendasi bentuk kepemilikan untuk kasus tersebut adalah bentuk kepemilikan CV (Commaditaire Vennootschaap). Sesuai dengan pengertian CV (Commaditaire Vennootschaap) itu sendiri adalah suatu perjanjian kerja sama antara 2 orang atau lebih yang bersedia memimpin, mengatur dan bertanggung jawab penuh dengan orang yang memberikan pinjaman dan tidak bersedia memimpin perusahaan serta bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikutsertakan dalam perusahaan tersebut.
     Bentuk kepemilikan ini saya rasa cocok dimana Paul Bazzano hanya bersedia memberi dana dan tidak mau berperan aktif dalam mengelola operasi bisnis sehari-hari.
2.           Berbeda, dalam kasus ini Mary Ann menjadi sekutu umum karena dia yang akan mengelola bisnis tersebut. Mary Ann adalah seseorang yang inisiatif, suka memasak dan memiliki resep pizza yang mumpuni. Sementara Paul Bazzano menjadi sekutu terbatas karena dia hanya meberikan dana/ menginvestasikan dananya tapi tidak mau berperan aktif dalam mengelola operasi bisnis sehari-hari.
3.           Paul Bazzano dan Mary Ann dapat membagi keuntungan mereka berdasarkan jumlah modal yang diinvestasikan pada awal mendirikan bisnis. Jika ditinjau dari segi jumlah moda yang diinvestasikan, maka tentu Paul Bazzano memperoleh bagian lebih besar, akan tetapi dari segi keterlibatan dalam proses dan operasi bisnis sehari-hari, maka tentu Mary Ann memperoleh gaji yang lebih besar. Misalkan saja, laba dalam satu tahun yaitu 12× $ 32.500 = $ 390.000.
Dan dikurangi pinjaman mereka $ 390.000 – (2 × $ 20.000) = $ 350.000, maka total deviden sebesar $ 350.000.
4.           Resiko dari bisnis ini
Ø  Dilihat dari bentuk kepemilikannya
a)    Kelangsungan bisnis relatif tidak menentu
b)    Sulit menarik kembali modal yang sudah ditanamkan dalam bisnis, terutama bagi sekutu terbatas.
Ø  Dilihat dari barangnya (makanan)
a)    Tidak adanya pembeli
b)    Barang rusak jika tidak tidak laku dalam waktu yang lama
c)     Adanya persaingan yang ketat baik dengan barang yang sejenis ataupun barang yang berbeda.


Jumat, 19 Februari 2016

Kegagalan Komputer




Kegagalan Komputer
Assalamualaikum teman teman......
Nah....jumpa lagi dengan AKU ( Ahmad KamalUddin )--yang kemaren nge-post itu bukan saya--
Blog ini kan saya buat untuk berbagi pengalaman saya --namanya saja Berbagi Pengalaman--
Pada kesempatan hari ini saya akan membagi pengalaman saya tentang "Kegagalan Komputer"
Pernahkah kalian berpikir komputer itu mengalami kegagalan?
Kalau saya sih gk pernah berfikir --memang gak punya fikiran--, tapi saya pernah mengalami


           Hari senin pagi disekolah SMA-ku semua teman teman sudah berhamburan di lapangan untuk melaksanakan upacara bendera. Upacara pun berjalan seperti upacara bendera pada umumnya. Mulai dari persiapan barisan, penghormatan, nyanyi lagu INDONESIA RAYA sampai amanat berjalan dengan lancar dan hikmat.
          Tetapi sebelum amanat disampaikan oleh pembina upacar yang bukan lain adalah kepsek-ku sendiri, beliau menyuruh pembawa acara membacakan prestasi yang sekolah peroleh 1 minggu lalu. Ternyata sekolah-ku mendapat juara Umum lomba yang dilaksanakan CIO kab.Lumajang serta beberapa satria dari P.O juga dipanggil karena ada beberapa orang yang terjaring 3 besar tingkat kabupaten. Alhamdulillah rejeki memang sudah menghujani sekolahku.

          Setelah penyerahan piala, kemudian tibalah amanat dari kepsek, semua mendenngarkan dengan hikmat. Isi amaatnya ya tentu berupa motivasi agar siswanya dapat berjuang lebih keras lagi agar dapat meraih prestasi yang setinggi tingginya. Tapi aku kurang fokus ke amanat beliau, aku lebih fokus kepada apa yang dibawa beliau yaitu scarik kertas. "apa itu ya?" tanyaku dalam hati. Tak beberapa lama akhirnya beliau mengangkat kertas itu lalu membacakannya kepada seluruh siswa, aku terkejut ternyata itu adalah pengumuman tentang siapa yang lolos mewakili sekolah dalam Olimpiade Siswa Nasional (OSN). " Yang mewakili sekolah dibidang pelajaran blablabla adalah si blabla blublu blibli" semua dibacakan hingga akhirnya, pengumuman yang mewakili sekolah dalam bidang Komputer mulai di bacakan. Aku mulai memasang kuping baik baik karena kebetulan aku mengikuti seleksi perwakilan sekolah dibidang pelajaran komputer. Kepsek memberitahukan bahwa yang mewakili OSN bidang Komputer adalah dari tiga kelas berbeda salah satuya dari kelasku. Jantungku semakin berdebar mengingat di kelasku ada dua orang yang mengikuti seleksi tersebut yaitu aku dan Fathullah, dia temanku dari SMP.

Kemudian dibacakanlah ketiga nama tersebut, apa yang terjadi................?
temen temen tau gak apa yang terjadi?
Yang lolos dari kelasku itu adalah temanku, Fathullah.
Bersamaan dengan itu aku langsung merunduk, kecewa tapi bangga karena temanku dapat mewakili sekolah meskipun aku sendiri tidak ikut, tapi gak apa apa mungkin belum rejekinya...
Dan ini yang aku sebut dengan KEGAGALAN KOMPUTER...maksutnya kegagalan diriku lolos mewakili sekolah dalam OSN Komputer...


           AKU tetap optimis bahwa masih ada jalan yang lebih indah yang disediakan ALLAH untukku dan bukan sekarang waktunya
Jika kegagalan datang terus menerus, janganlah berputus asa, cobalah terus karena kesuksesan yang besar menanti didepan sana....kata kata itu yang selalu aku tanamkan agar semangatku tak pudar.

yang pasti utuk sekarang ini hanya ada satu kata yaitu buat temanku Fathullah, terus berjuang banggakan sekolah, oke BROOOO?

sekian ya teman teman
Wassalamualaikum.........

Minggu, 14 Februari 2016

Siapa Ahmad Kamaluddin  itu?
Dia adalah seorang anak asal Desa Randuagung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang--Kota tercinta....hehe--. Anak kandung dari pasangan suami istri Hasan dan Hosniyeh ini adalah anak kedua dari empat bersaudara. Remaja yang lahir pada 08 Februari 1998 itu adalah alumni SDN Randuagung 02, SMPN 1 Randuagung, dan SMAN 1 Lumajang yang berpos di Jl.Jend.A.Yani No.7 Lumajang.

Pengantar Bisnis Kelas Manajemen E Soal Berikut bersumber dari buku Introduction to Business, Fourth Edition, karangan Jeff Madura, p...